Kamis, 11 Februari 2010

Meja Kayu

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.
~Author Unknown
***
Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka ada peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.

Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

Rahsia Menambat Hati Perempuan


  • Perempuan inginkan perhatian dan kasih sayang, terutamanya dari orang yang disayangi. Oleh itu tunjukkan sifat keperihatinan dan kasih sayang yang tiada nilai kepada mereka. Bila mereka rasa terhibur dan bahagia mereka akan menjadi seorang pasangan yang amat setia dan cinta sepenuh hati. Sekiranya kasih sayang yang mutlak telah didambakan kepada orang yang disayanginya, segala pengorbanan akan dilakukan tanpa memberi sebarang nilai-itulah perempuan.

  • Gunakan sepenuhnya teknologi yang ada di zaman sekarang. Seringlah menelefon atau menghantar e-mail untuk bertanyakan khabar atau paling minima mengucapkan 'Hai' untuk menunjukkan bahawa dia sering di hati kamu. Bagi mereka walaupun satu
    ungkapan atau satu ayat, ia merupakan sesuatu yang sangat berharga dan begitu bahagia menerimanya.

  • Berkongsilah masalah dengan mereka, cuba dengar pendapat mereka, sekurang-kurangnya mereka akan berasa yang mereka itu penting dalam diri kamu dan diperlukan.

  • Jangan kamu ambil remeh-temeh pada perkara yang amat penting bagi mereka. Mereka sangat kuat ingatan terhadap tarikh-tarikh penting, contohnya hari ulang tahun. Apa salahnya buat 'surprise' sekali sekala kepada orang yang kita sayangi. Mereka akan dapat rasakan yang kamu betul-betul menyayanginya.

  • Perempuan terkenal dengan sifat manjanya. Mereka sering ingin melakukan sesuatu bersama orang yang disayangi. Mereka akan meminta bantuan kamu walaupun mereka mampu melakukannya. Jangan menolak sekiranya kamu tiada halangan ketika itu.Inilah masanya untuk kamu menonjolkan ke'macho'an kamu!.

  • Pujuklah mereka dan tenangkan mereka sekiranya mereka dalam kesusahan. Ketika ini mereka benar-benar inginkan kamu
    disisi mereka.

  • Jangan kedekut memberi pujian kepada mereka kerana mereka berhak mendapat pujian.

  • Berbincanglah kamu selagi kamu boleh berbincang dan berbincanglah bersama-sama dalam menyelesaikan sesuatu masalah.

  • Jangankamu menggunakan kuasa veto kamu dalam membuat keputusan. Cuba memahami keinginannya dan kemahuannya. Sesetengah perempuan tidaksuka menyatakan secara terus terang tentang apa yang mereka inginkan, kadang-kadang mereka suka berkias dan memberi contoh 'cerita orang lain' kepada kamu. Jadi kamu kenalah peka dan gunakan kepakaran kamu untuk memenangi hati mereka.

  • Jangan lupa, mereka juga ada ego yang terselit di celah-celah kelembutan mereka. Apabila mereka terancam atau tercabar..
    lahirlah sifat amarah, cemburu dan cepat merajuk. Masalah akan timbul bagi mereka yang suka memendam terhadap sesuatu yang mereka tidak puas hati. Mereka akan 'meletup' pada suatu hari. TETAPI kamu jangan sama-sama meletup. Kamu juga jangan lupa dalam diri kamu wujud satu sifat kepimpinan untuk menyelesaikan masalah yang timbul dalam keadaan yang terkawal .Cari sebab mengapa ia terjadi dan bawa berbincang. Ditahap ini kesabaran, toleransi dan komunikasi amat penting. Lakukan dalam keadaan ketika mereka sudah 'sejuk'. Mungkin kamu juga boleh 'cool'kan diri kamu dengan berfikir secara positif contohnya mengapa mereka c
    emburu. Itu kerana mereka SAYANGkan kamu!